Silent better than Speak

Ramadhan. Sudah hari ketiga memasuki bulan ramadhan, saur puasa taraweh tadarusan. Semua manusia berlomba-lomba untuk beramal dibulan yang penuh berkah ini, yah bagi manusia yang mau berfikir tentunya. Tapi hingga detik ini aku belum benar-benar merasakan bulan ramadhan. Atmosfirnya biasa saja, entah itu karena aku yang kurang beramal, atau memang tidak terlalu ambil pusing atau belum. To much possibility.



Tapi satu yang jelas, aku merasa begitu bersemangat untuk mengerjakan sholat taraweh berjama'ah di masjid. Walaupun pada hari pertama aku sempat salah, karena disini tarawehnya 4 rakaat bukan 2 rakaat yang biasa aku jalani selama di bogor. Cukup senang pengalaman baru.

Oh iya, sebelumnya kita semua pasti sudah tahu perkara mengenai penentuan hari dimulainya puasa. Ini termasuk masalah yang bisa dibilang yahh.. tidak jauh-jauh berbeda dengan masalah-masalah sebelumnya. Para Muhammadiyah menetapkan puasa jatuh pada tanggal 9 Juli 2013, sedangkan pemerintah menetapkan tanggal 10 Juli 2013 setelah dilakukannya sidang isbat. Menanggapi masalah ini, sebetulnya aku tidak begitu paham, tapi jika dilihat dari luar. Sungguh ironis, sesama Islam tapi malah memperlihatkan perbedaan yang jelas. Dan yang membuat hati ini gerah, para manusia-manusia yang terus berkata tanpa memperhatikan dampak dari perkataannya itu sendiri. Menyinggung? oh jelas.

Lebih baik diam dari pada berkata bodoh yang menyakitkan hati orang lain. Lebih baik tidak menyahuti perdebatan semacam itu.

"...Mereka memiliki qalbu tapi tidak digunakan untuk memahami. Mereka memiliki mata tapi tidak digunakan untuk mengamati. Mereka memiliki telinga tapi tidak digunakan untuk menyimak..." 
(Q.S al- A'raf 7:179)

Komentar

Postingan Populer