We are same

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan bantuan orang lain. Dalam kondisi apapun. Saat senang aku yakin juga membutuhkan teman untuk berbagi cerita, berbagi hal-hal yang menyenangkan. Apapun. Tapi pernahkah kalian berfikir tentang bagaimana seseorang yang terlihat tidak membutuhkan bantuan orang lain. bahkan mungkin lebih parahnya tidak menginginkan ada orang lain dikehidupannya. Berada dalam kesendirian, kesepian menikmati setiap detik dalam hidup seorang diri. Menganggap orang lain hanyalah benalu, parasit yang hanya akan membuat hidup menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Pernahkah kalian berpikir??



Yah memang karakter, sifat, dan watak setiap orang pasti berbeda-beda tentunya. Hanya saja aku tidak begitu mengerti mengapa sampai ada orang seperti itu. Menganggap hidupnya sendiri tidak begitu berharga, merasa tidak ada sesuatu hal yang spesial yang patut ia banggakan dan pertahankan. Aku berpikir, mungkinkah orang tersebut pernah mengalami suatu masalah atau peristiwa yang membuat dia menjadi seperti itu. Tapi apa?

Jujur kukatakan. Entah mengapa walaupun aku tidak begitu mengenalnya tapi rasa simpati dan empati pada orang itu sudah ada pada saat pertama mata ini bertemu dengan matanya. Seperti ada ketertarikan magnet yang membuatku melihatnya dan akan selalu hanya melihatnya. yah untuk saat ini mungkin itu yang terjadi, entahlah aku tidak begitu paham apa yang sebenarnya terjadi. Aku hanya mengikuti alurnya saja yaa.. mengikuti alurnya.
Kadang aku berpikir atas segala hal yang telah terlanjur aku lakukan. Lantas aku merasa menyesal seperti sudah melakukan hal bodoh, merendahkan harga diri, membuatnya berpikiran negatif terhadapku (mungkin). Tapi setelah aku melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri. Melihatnya tersenyum tertawa lepas dan segala hal konyol yang dia lakukan dan membuatku mau tak mau juga ikut tertawa bersamanya. membuat rasa penyesalan itu hilang entah kemana. Dan kembali aku melakukan hal-hal konyol itu. Dan kembali menyesalinya terus seperti itu hingga sampai pada satu titik. Aku berpikir, "apa salahnya aku berbuat demikian", "menurutku wajar-wajar saja selama tidak melanggar norma-norma yang ada". Yah mungkin itu alibi, tapi percayalah..

Semua yang aku lakukan terhadap orang itu. Semua atas dasar karena hati ini ingin melakukannya. karena hati ini tidak bisa berpura-pura menutup mata pada hal yang ganjil. Karena hati ini melihat dia membutuhkan seseorang yang selalu ada disampingnya, yang selalu mengingatkannya dikala dia lupa, yang selalu menegurnya dikala dia salah, yang selalu memberitahunya dikala dia kebingungan. Salahkah jika hati ini peduli? Salahkah jika aku ingin? Salahkah....

Saat aku melihatnya dari dekat dan mengobrol beberapa patah kata. Dan aku melihat jauh kedalam matanya, melihat setiap detail apapun yang ada padanya. Mendengar dengan setia ceritanya. Saat itu pun aku mendengar hati kecil ini berbisik "sekarag aku tahu mengapa aku memerhatikannya lebih dibandingkan yang lain, yaa..karena kita tidak jauh berbeda. Kita sama"

Komentar

Postingan Populer