Flashback

"Setelah hampir dua bulan lamanya semangat untuk menulis hilang entah kemana tapi saat ini dia kembali. Ya, kembali membawa begitu banyak angan-angan yang belum sempat terungkap."
Saat ini ketika lembaran baru mulai terlihat, aku tahu. Aku harus bisa memulai dan menjalaninya lebih baik dari kemarin. Dan hal itu membuat otak ini seakan menghitung mundur dan kembali kepada lembaran sebelumnya. Ya, men-flashback kembali atas apa saja yang telah terjadi di dalamnya. Kemudian satu per satu video pun mulai bermunculan menghiasi pikiran. Mereka (video itu) datang bergerombol berteriak seakan meminta untuk diputarkan lebih awal. 


Hanya deru nafas yang terdengar, berusaha berpikir jenih dan menghayati setiap detail kejadian. Sesaat aku tersadar, begitu banyak hal yang telah aku lakukan dari mulai yang hanya wasting time sampai ke hal yang urgent. Entahlah, sulit untuk mengkrucutkan pikiran yang ada. Tapi satu hal yang aku sadari. Dengan adanya "kenangan" terlepas dari sifatnya. Hal itu membuat hidup menjadi lebih berharga, membuat orang lebih bisa memaknai, lebih bisa mengerti bahwa hidup tidak hanya sekedar makan dan minum untuk tetap bertahan hidup. Tapi hiduplah dengan sebenar-benarnya hidup yang bisa mengerti hakikat kehidupan itu sendiri. (Ahh nampaknya pembahasan ini menjadi terlalu berat).
    
Satu hal lagi yang terlintas dalam benak ketika flashback, "Kehilangan". Kata ini mewakili begitu banyak perasaan yang ada. Selayaknya kita, manusia. Makhluk sosial, yang pasti tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Hal itu menuntun kita untuk selalu berinteraksi dengan banyak orang. Ya, melihat kenyataan bahwa aku pun hanya manusia biasa, yang juga butuh bantuan orang lain. Dan (ahhh sudahlah tidak usah berbelit-belit) Aku, (terkadang) merasa takut kehilangan orang-orang yang saat ini telah memberikan warna dalam kehidupanku. Belum siap, lebih tepatnya. Walaupun aku yakin hal itu akan datang, cepat atau lambat. Aku hanya berharap, ketika hal itu datang, aku telah siap.

Saat ini, ya saat ini. Dimana akhir dan awal bertemu. Dan kau menjadi awal lembaran baru ini. Semoga.... (speechless) yahh pokoknya segala hal yang positif oke. Ini tidak akan mudah dan aku pun tidak berkata demikian tapi selama "kita" kau dan aku masih berjalan bersama, tidak ada alasanku untuk ragu dan takut.

Komentar

Postingan Populer